Prediksi Peta Kekuatan NBA 2023-2024: Wilayah Timur Siap Saling Gempur!
4 mins read

Prediksi Peta Kekuatan NBA 2023-2024: Wilayah Timur Siap Saling Gempur!

Wilyah Timur terus mengubah citra mereka. Setelah dianggap tak bertaji dalam beberapa tahun terakhir, utamanya sejak LeBron James merapat ke Los Angeles Lakers, Wilayah Timur kini semakin bersaing. Pergerakan beberapa pemain bintang ke tim Wilayah Timur membuat pertempuran panas akan terjadi di musim 2023-2024. Tentunya dengan catatan dan harapan, para pemain bintang itu tidak akan mengalami cedera serius sepanjang musim.

Kami pun menilik ke dalam skuad yang dimiliki setiap tim Wilayah Timur. Setidaknya sampai skuad pramusim ini. Dari sini dan prestasi mereka musim lalu, kami akan coba memprediksi bagaimana laju mereka di musim baru. Siapa yang akan berlaga sampai musim reguler saja, siapa yang akan bersaing di Play-In Tournament, hingga siapa yang akan melaju jauh dan tak kunjung dapat jatah libur. Mari kita mulai!

Charlotte Hornets menurut saya akan berada di dasar klasemen Wilayah Timur. Materi mereka tak berubah banyak dari musim lalu. Buruknya, musim lalu mereka finis dengan 27 kemenangan dari 82 laga, menempati peringkat 14 klasemen akhir Wilayah Timur. Artinya, Hornets hanya berharap pada pengembangan individu para pemain yang ada, yang mana saya sangat ragu akan signifikan. Terry Rozier III dan Gordon Hayward adalah dua pemain yang memiliki pengalaman di atas empat tahun, hanya mereka berdua saja. Sayangnya, keduanya tak juga menunjukkan kepemimpinan yang bisa membantu Hornets untuk merangkak naik. 

Di lain sisi, Hornets juga berkutat dengan masalah pribadi pemain. Musim lalu, Miles Bridges menjalani hukuman karena kekerasan kepada pasangannya. Ia masih punya hutang 10 laga hukuman yang membuat ia baru bermain di pertengahan November musim ini. Satu lagi masalah personal di Hornets melibatkan senter muda mereka, Kai Jones. Setelah rangkaian unggahan “aneh” di media sosial pribadinya, Hornets akhirnya menepikan Kai dan membawanya ke ahli untuk memberikan bantuan mental. 

Starter: LaMelo Ball, Brandon Miller, Terry Rozier, Gordon Hayward, P.J. Washington

Detroits Pistons dan Hornets akan bergantian mengisi posisi masing-masing musim lalu. Pistons musim lalu di dasar klasemen akhir Wilayah Timur, namun saya rasa mereka akan lebih baik musim ini. Secara materi pemain, Pistons jauh lebih baik dari Hornets, bahkan sejak musim lalu. Namun, mereka berkutat dengan cedera, utamanya Cade Cunningham yang perannya memang sangat krusial. Pistons melakukan perubahan yang menarik dengan mendatangkan Monte Morris melalui pertukaran. Morris menambah stok garda Pistons yang sudah memiliki Alec Burks, Killian Hayes, Jaden Ivey, dan ruki, Ausar Thompson.

Monte dan Alec memang sosok veteran, namun jauh dari sosok yang bisa diharapkan untuk mampu mendongkrak posisi tim. Selain keduanya, ada juga Joe Harris dan Bojan Bogdanovic. Keduanya sangat mungkin mencetak belasan poin per gim, namun sekali lagi, belum cukup untuk meraih lebih dari 30+ kemenangan. Mereka hanya akan lebih baik dari Hornets di Wilayah Timur.

Oh iya, tim ini akan memulai perjalanan baru dengan Monty Williams sebagai kepala pelatih. Monty adalah pelatih yang sudah biasa mengerjakan proyek pemain muda seperti ini. Akan tetapi, ia bukan pelatih instan. Jika proyek ini sabar sampai dua musim ke depan, dengan tambahan beberapa veteran yang tepat, Pistons bisa meniru Phoenix Suns seperi sekarang. 

Starter: Cade Cunningham, Jaden Ivey, Bojan Bogdanovic, Marvin Bagley III, James Wiseman

Cadangan Penting: Monte Morris, Joe Harris, Jalen Duren, Isaiah Stewary, Ausar Thompson

Kekacauan Atlanta Hawks terjadi di musim lalu. Semuanya berubah dan Hawks menurut saya memulai ulang proses pembangunan skuad mereka. Kekacauan dimulai dengan isu-isu miring mengenai tidak kondusifnya ruang ganti mereka yang kala itu dipimpin oleh kepala pelatih, Nate McMillan. Situasi ini membuat Hawks lantas memutus kontrak Nate dan mengangkat Quin Snyder sebagai kepala pelatih baru. Quin masuk dengan rekor tim (29-30) dan membawa tim finis dengan persentase kemenangan 50 persen (41-41). Artinya, di sisa musim reguler, di bawah arahan Quin, Hawks memiliki rekor (12-11) saja. 

Tentu catatan itu bukan catatan yang spesial. Keraguan saya Hawks bisa melaju jauh di musim 2023-2024 juga didukung dengan keputusan transaksi mereka. John Collins mereka tukar ke Utah Jazz. Ini adalah transaksi yang membingungkan saya. Saat Trae Young datang, saya rasa Hawks punya bayangan untuk membangun skuad dengan John dan Trae adalah porosnya.

Saya masih melihat hal ini relevan sampai musim lalu, relevan tapi tak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Manajemen tampak ragu. Hasilnya, John mereka perpanjang kontraknya, tapi ditukar di jeda musim ini. Entah mengapa, saya punya firasat mereka bahkan menukar Trae di tengah musim nanti dan menuju pada fase pembangunan ulang total (full rebuild). Yang jelas, apa yang mereka punya sekarang, tidak akan mampu membawa mereka ke zona Play-in atau bahkan Playoff. 

Starter: Trae Young, Dejounte Murray, Saddiq Bey, De’Andre Hunter, Clint Capela

Cadangan Penting: Bogdan Bogdanovic, AJ Griffin, Onyeka Okongwu

#beritaterkini#beritaviral#judionline#judislot#promojudi#slotgacor#slotonline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *