SGA Ingin Mainkan “Triangle Offense” Seperti Michael Jordan
2 mins read

SGA Ingin Mainkan “Triangle Offense” Seperti Michael Jordan

Shai Gilgeous-Alexander mencetak 34 poin, 11 rebound, dan 5 steal dengan akurasi tembakan 15-26, untuk membawa Oklahoma City Thunder menang 108-105 atas Cleveland Cavaliers, Jumat (27/10) waktu Amerika Serikat. Performa SGA mengaburkan rekor 43 poin yang dicetak oleh Donovan Mitchell di pertandingan ini. Tapi yang menarik adalah pernyataan bintang basket Kanada tersebut saat wawancara di akhir pertandingan. Dia mengatakan ingin melakukan “triangle offense” seperti Michael Jordan. 

Selama bertahun-tahun, tim-tim NBA menggunakan sistem “bintang tunggal” yang sangat bergantung pada kretifitas individu dari salah satu pemain. Misalnya ketika melihat Houston Rockets di era James Harden. Kemudian melihat Portland Trail Blazers saat masih memiliki Damian Lillard. Tapi SGA merasa perlu mengubah gaya permainan seperti ini.

Itulah sebabnya, SGA merasa perlu mengembalikan permainan lama, yang disebut sebagai permainan tim. Dia belajar bagaimana memiliki peran di tim, tanpa menjadi pemegang bola utama. “Kita sudah melihat, bahwa tim-tim yang paling banyak memenangkan gelar juara adalah mereka yang bermain bersama-sama. Bukan mengandalkan salah satu individu,” kata SGA. 

Memberikan bola kepada pemain terbaik akan membuat serangan bisa dipresiksi lawan. Tetapi juga berisiko terhadap kebebasan pemain tersebut. Karena pemain terbaik di tim akan mendapatkan pengawalan lebih ketat dari lawan. Pandangan seperti ini didapatkan SGA dari Steve Kerr, kepala pelatih Golden State Warriors. Menurunkan ego adalah cara paling sederhana untuk memaksimalkan kerjasama tim. Karena sebagai pemain terbaik, akan selalu ada naluri untuk mengambil keputusan sendiri. Menurut SGA, ada saatnya untuk melakukan hal tersebut. 

“Saya tidak tahu, apakah Anda juga menonton film dokumenter ‘Last Dance’,” katanya. “Ada satu titik dalam karier Michael Jordan di mana dia harus belajar tentang ‘triangle offense’, dan belajar bermain tanpa bola di tangannya. Dia melakukannya 24/7 (setiap hari). Saya belajar dari Michael Jordan. Kalau Michael Jordan bisa melakukannya, maka saya juga harus bisa seperti dia.”

SGA adalah pemain terbaik dari grupnya sekarang. Namun Thunder masih punya Josh Giddey, Jalen Williams, pemain debutan Cason Wallace, dan Lu Dort yang dapat beroperasi pada titik serangan. Lu Dort berperan dalam sistem yang mengalir, memicu kerusakan pertahanan lawan dan menciptakan celah untuk serangan. Ketika hal ini terjadi, SGA akan menjadi pihak diuntungkan, karena dia bisa mengeksekusi bola dengan mudah, dan tidak menguras fisik

#beritaterkini#beritaviral#judionline#judislot#promojudi#slotgacor#slotonline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *